oleh

The Mandalika yang Mendunia

PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero), sebuah perusahaan pelat merah, telah menyusun masterplan pengembangan dan pembangunan di kawasan Mandalika.

Secara keseluruhan proyek pengembangan dan pembangunan yang disebut “The Mandalika”, direncanakan berlangsung selama 30 tahun, yakni kurun 2016 – 2045. Dalam konteks inilah pembangunan fasilitas infrastruktur ialah tahapan yang sangat penting.

Pembangunan fasilitas infrastruktur sendiri dibagi menjadi 2 tahap. Tahap pertama 2019-2023 dan tahap kedua 2024-2026. Pada tahap pertama, total pembiayaan yang diperlukan diestimasi mencapai kurang lebih USD 316,5 juta.

Dari kebutuhan itu sebesar kurang lebih USD 248,4 juta dibiayai oleh fasilitas pinjaman dari AIIB (Asian Infrastructure Investment Bank). Bagian yang didanai oleh AIIB ini dikenal sebagai “Mandalika Urban and Tourism Infrastructure Project”.

Merujuk situs www.itdc.co.id infrastruktur yang direncanakan meliputi infrastruktur dasar. Antara lain, fasilitas pengolahan air bersih dan air limbah, termasuk di sini sea water reverse osmosis, sel surya, fasilitas pendukung aksesibilitas, pelabuhan dan marina, sekolah pariwisata, tempat ibadah, kantor, jalan dan jembatan, irigasi, listrik, gas, serta fasilitas komunikasi dan informasi.

Masih dari situs yang sama, Project Mandalika menargetkan ketersediaan fasilitas 10.533 kamar hotel. Saat ini fokus pengembangan utama ialah hotel bintang 4 dan 5. Sebutlah Hotel Pullman, Novotel, Royal Tulip, Hotel Clubmad, Westin, dan Paramount, merujuk BKPM tercatat telah berinvestasi.

Pembangunan hotel ini direncanakan selesai di tahun ini. Meski demikian, tentu juga dibangun hotel berbintang 3 atau kelas lainnya untuk mengakomodir segmen masyarakat pengunjung yang beragam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *