SELATPANJANG, KEPULAUAN MERANTI – RIAU, MEDIALINTASNUSA.COM, Pantauan medialintasnusa.com, Selasa, 16 Maret 2021 sekitar Pukul 09.00 WIB Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana ( Kadis SOSP3AP2KB ) Kab. Kepulauan Meranti, AGUSYANTO BAKAR, S.Sos, M.Si membuka secara resmi Kegiatan Sosialisasi Proyek Prioritas Nasional ( Pro PN ) 7 ( Tujuh ) Dimensi Lansia Tangguh Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2021 yang diselenggerakan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau.
Saat dikonfirmasi Kepala Dinas SOSP3AP2KB menjelaskan ,” Sosilisasi Proyek Prioritas Nasional 7 ( tujuh ) Lansia Tangguh Kab. Kepulauan Meranti Tahun 2021 ini merupakan kegiatan yang dikemas dalam program Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional ( BKKBN ).
Berbicara mengenai bina keluarga lansia ini sebetulnya bagian tak tepisahkan dari konsep bangga kencana yaitu pembangunan kependudukan dan keluarga berencana. Jadi dalam bangga kencana itu ada 3 ( tiga ) esensi penting didalamya.
Yang Pertama adalah mengenai keluarga. Mengenai keluarga ini yaitu bagaimana membina keluarga remaja, keluarga anak – anak, keluarga balita dan bagaimana membina keluarga lansia. Yang kedua, adalah mengenai persoalan kependudukan. Mengenai kependudukan ini yaitu menyangkut dengan grandsain kependudukan. Terkait Soal kependudukan ini, bagaimana pelaksanaan pembangunan yang berkorelarasi dengan kependudukan yang ada, karena penduduk yang ada lah yang akan menerima produk dari sebuah pembangunan. Yang ketiga, Terkait persoalan keluarga berencana. Keluarga berencana ( KB) ini jujur saja kalau kita berbicara dengan awam, umumnya tentang keluarga berencana ini, mereka beranggapan semata – mata dengan alat kontrosepsi saja, seperti suntik, pil dan kondom saja.
Padahal cakupan program keluarga berencana ini sangat luas. Terutama menyangkut kesehatan yang berkaitan dengan masalah reproduksi. Bahkan angka kematian kita seharusnya ada perannya keluarga berencana BKKBN disana. Karena berdasarkan beberapa penelitian, angka kematian ibu itu disebabkan waktu melahirkan terjadi di usia lanjut, pendarahan dan banyak anak karena tidak menjaga jarak kelahiran.
Jadi atas dasar itu saya memandang, program BKKBN harus juga menyasar dan menjangkau kepada generasi muda kita, khususnya pada remaja. Apa lagi dari hasil penelitian yang dilakukan BKKBN sendiri, kalau saya tidak salah pada Tahun 2010 lalu, itu kesimpulannya hampir mencapai 52 % untuk anak – anak usia muda / remaja yang sudah melakukan hubungan pra nikah. Hasil dari penelitian BKKBN ini semacam di justifikasi dari lembaga perlindungan anak dan bahkan 62 % anak usia remaja yang sudah pernah melakukan aborsi.
tidak hanya pada pengendalian penduduk dan kualitas penduduk, tetapi program BKKBN ini harus lebih menyasar pada usia muda khususnya remaja yang dikemas secara serius, srimultan dan secara terpadu, sehingga kedepannya kita akan memiliki generasi muda yang berkualitas yang akan memegang estafet kepemimpinan untuk masa yang akan datang, khususnya di daerah Kabupaten Kepulauan Meranti yang kita cintai ini “, jelas AGUSYANTO BAKAR, S.Sos, M.Si kepada rekan – rekan pers di depan Halam Kantor Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Kepulauan Meranti di Jl. Terpadu Perkantoran Dorak sekitar pukul 10.00 WIB.
Kadis SOSP3AP2KB Kab. Kepulauan Meranti juga menambahkan, ” untuk program lansia ini bisa bekerjasama dengan pihak dinas kesehatan. Terkait lansia ini tidak hanya dari segi fisiknya saja, tetapi bisa dalam bentuk siraman rohani yang kita berikan dengan melibatkan para tokoh – tokoh masyarakat, ulama, cerdik pandai untuk kelancaran dari program bina keluarga lansia ini. Tutup AGUSYANTO BAKAR kepada media.
Kemudian Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Kepulauan Meranti, dalam pengarahannnya yang pada intinya menyampaikan, ” dalam kegiatan sosialisasi ini yang kita persiapkan adalah keluarga. Bagaimana cara keluarga dapat menerima, merawat dan atau mengurus serta memberikan support untuk menumbukan semangat keluarga lansia dengan baik. Semoga kader bina lansia pada sosialisasi se Kab. Kepulauan Meranti hari ini, dapat mengikuti kegiatannya dengan baik.
Sehingga ilmu yang berkualitas dari program BKKBN ini, terkait lansia tangguh yang diperoleh nantinya dapat ditularkan kepada keluarga, tetangga dan lingkungan kita dalam kehidupam sehari – hari secara nyata. Karena dalam kegiatan sosialisasi ini kita berharap mewujudkan keluarga lansia yang sehat, tangguh dan mandiri dapat terwujud “, papar Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Kab. Kep. Meranti.
” Disini kami berharap kader BLK untuk tetap dapat berkegiatan dan bersinergi dengan PKK – PKK Desa yang ada, juga kami berharap agar dari dinas dan mitra terkait untuk bersinergi dalam pelaksanaan bina keluarga lansia. Sehingga dengan kerjasama dan sinergi dari semua pihak, kita harapkan kegiatan BLK dapat berjalan dengan baik sebagaimana mestinya “, tambah Ketua Tim Penggerak PKK Kab.Kepulauan Meranti dihadapan Peserta Sosialisasi Proyek Program Nasional 7 ( Tujuh ) Dimensi Lansia Tangguh Kab. Kepulauan Meranti di ruang rapat Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kab. Kepulauan Meranti.
( RUSTAM )







Komentar