oleh

Harapan Warga Program Mubaligh Hinterland Berlanjut

Hal inilah yang kemudian disebut mantan Bupati Bintan dua periode ini mendasari dirinya membuat Program Mubaligh Hinterland.

Untuk tahun ini, sebanyak 50 mubaligh ditempatkan di daerah perbatasan dan pulau-pulau terpencil di Provinsi Kepri. Para mubaligh ini diikat dengan kontrak untuk menjaga akidah masyarakat di wilayah terpencil.

“Kita mendorong iman masyarakat di kawasan terpencil agar tidak goyah dalam situasi seprti ini,” papar Gubernur Ansar.

Selain bertugas memperkuat keimanan dan mental masyarakat, da’i yang ditempatkan di kawasan terpencil ini juga ditugaskan mendata masjid atau mushala yang kondisinya dianggap kurang layak.

“Kita juga fokus pada pembenahan masjid di pulau-pulau terpencil supaya masyarakat bisa beribadah dengan baik dan nyaman,” pungkas Gubernur.

Menurut Ansar, program Mubaligh Hinterland ini bukanlah “barang baru”. Program serupa telah dijalankan ketika dirinya masih menjabat sebagai Bupati Bintan.

“Kita perlu menjaga akidah masyarakat kita,” tutup Ansar.(red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *