Potensi Pariwisata Alam
Provinsi Nusa Tenggara Barat terdiri atas dua pulau besar, yakni Lombok dan Sumbawa. Kedua pulau besar ini dikelilingi oleh 280 pulau-pulau kecil. Luas keseluruhan wilayah provinsi ini mencapai 49.312,19 kilometer persegi. Luas daratan 20.153,15 kilometer persegi atau 40,8 persen. Luas perairan 29.159,04 kilometer persegi atau 59,13 persen.
Sedangkan luas area Mandalika sendiri, jika merujuk Peraturan Pemerintah No 52 Tahun 2014, ialah sebesar 1.035,67 hektar. Namun kini luas areal ini telah berkembang hingga 1.215,70 hektar.
Menghadap Samudera Hindia, KEK Mandalika diharapkan dapat mengakselerasi sektor ekonomi pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang sangat potensial.
Nama Mandalika berasal dari nama tokoh legenda masyarakat etnis Sasak, Putri Mandalika. Konon, dikisahkan putri ini memiliki paras sangat rupawan.
Saking cantiknya Putri Mandalika lantas jadi rebutan banyak pemuda dan pangeran. Lantaran banyak yang melamar, Putri Mandalika memutuskan bersemedi dan memohon petunjuk.
Selesai bersemedi, Putri Mandalika mengundang seluruh pelamar pada tanggal ke-20 bulan ke-10 penanggalan Sasak. Seluruh para pelamar diminta untuk berkumpul di Pantai Seger saat pagi buta. Maka berkumpulah seluruh pangeran, pemuda dah bahkan rakyat kerajaan tersebut.
Putri Mandalika beserta Raja, Ratu, dan para pengawalnya datang menemui mereka. Putri Mandalika beserta pengawalnya naik ke atas bukit Seger dan mengucapkan beberapa pesan.
Isi pesannya kurang lebih, bahwa Putri Mandalika hanya ingin melihat ketentraman dan kedamaian di Pulau Lombok.
Putri Mandalika tentu menyadari jikalau ia menerima satu pemuda atau sebagian dari lamaran mereka, maka pasti akan terjadi perpecahan dan konflik antarwarga. Oleh karena itu, Putri Mandalika berencana menerima semua lamaran.
Seluruh yang hadir tentu bingung dengan keputusan itu. Namun tiba-tiba saja Putri Mandalika justru menjatuhkan diri ke laut dan seketika hanyut di telan ombak besar.









Komentar