Tanjungpinang,Medialintasnusa.com : Anggota Komisi I DPRD Kota Tanjungpinang menanya ke Dinas Pendidikan (Disdik) persoalan lambatnya terealisasi seragam gratis untuk siswa baru tingkat SD dan SMP, begitu pula kesiapan pembangunan SMPN 16 yang sampai saat ini belum rampung.
Pertanyaan tersebut disampaikan Ketua Komisi I Novaliandri Fathir bersama anggota lainnya saat sidak ke Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tanjungpinang dalam rangka silaturahmi dan evaluasi kinerja Disdik, Senin (4/11/2019).
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang Atmadinata beserta jajaran menyambut baik kedatangan wakil rakyat tersebut. Pada kesempatan tersebut, Fathir meminta Atmadinata memaparkan jumlah sekolah yang masuk sistem lelang dan sistem penunjukan langsung (PL), serta meminta menghantarkannya kepada salah satu tukang jahit lokal.
“Menurut keterangan Kadis, untuk PL ada sedikit kendala dari dana dan bahannya. Sementara, untuk pemenang tender atau lelang kemungkinan akhir November ini sudah selesai, dan mungkin seragam sekolah gratis bisa dibagikan akhir November ini juga,” tutur Fathir usai mendengar keterangan Kepala Disdik Kota Tanjungpinang, Atmadinata.
Fathir mewakili Komisi I berharap, kedepan sistem seragam gratis itu dapat dirubah. Tujuannya agar bulan pertama masuk sekolah, peserta didik sudah menerima seragam.
“Ya kami bersepakat meminta Disdik merubah sistemnya dengan menggunakan lelang seluruhnya,” ucap Fathir.
Menurutnya, ketika menggunakan sistem lelang, nantinya Disdik harus mentenderkannya di bulan Maret agar Juli sudah bisa terealisasi.
Diketahui, pemberian seragam sekolah gratis bagi siswa baru SD dan SMP, merupakan program unggulan Syahrul-Rahma ketika mencalonkan diri sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang tahun 2018.
Maka, lewat program-program unggulannya seperti pemberian seragam sekolah gratis dapat mewujudkan harapan masyarakat untuk menjadi manusia yang berkualitas, sehat dan sejahtera.**







Komentar