SUBULUSSALAM, MEDIALINTASNUSA.COM – Mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan pelajar perantaun syekh Hamzah Fansuri menggelar aksi damai di kantor gubernur Aceh dengan agenda memperingati 1 tahun 10 bulan kepemimpinan BISA (Bintang-Salmaza).
Dalam aksi damai yang di komandoi langsung oleh ketua Himpunan pelajar perantaun syekh Hamzah Fansuri meminta gubernur Aceh mendesak walikota Subulussalam untuk menepati janji-janji politik yang telah di Kampanyekan.
” Kami minta gubernur Aceh segera mendesak walikota Subulussalam untuk menepati janjinya dan bukan hanya sekedar ungkapan disaat kampanye “Cetus Hadi Syahputra yang juga Koordinator lapangan aksi.Kamis (18/02/2021)
Menurut Hadi tuntutan nya bukan hanya terkait satu tuntutan saja namun tetapi masih ada lagi yang lainnya seperti adanya nepotisme di tubuh kota Subulussalam yang merajalela.
” Kita minta gubernur agar mendesak walikota Subulussalam untuk menghilangkan paling tidak mengurangi tingkat nepotisme di Subulussalam”
Bukan hanya itu kita juga mendesak gubernur Aceh agar mengevaluasi kinerja walikota Subulussalam yang kami anggap tidak pro terhadap rakyat dan lebih mementingkan kepentingan pribadi dan kelompok saja.
” Kami minta gubernur Aceh turut mengevaluasi kinerja walikota Subulussalam biar tidak seenaknya saja membuat kebijakan ynv merugikan rakyat Subulussalam” Tambah Hadi Syahputra
” Kami tidak akan berhenti sampai disini saja sebelum tuntutan kami ini di dengar dan di sampaikan oleh bapak gubernur Aceh dan kalau tuntutan kami ini tidak di dengarkan kami akan datang lagi menghadap rumah rakyat ini dan Jangan salahkan kami atas nama HPP-SHaF jika gubernur acuh tak acuh maka kami akan deklarasikan pemekaran provinsi Aceh di barat selatan ” Tutup Hadi Syahputra yang juga ketua umum HPP-SHAF Banda Aceh
Pewarta Ardiansyah/Rils











Komentar