oleh

“PENANGGULANGAN BENCANA menjadi TANGGUNG JAWAB BERSAMA” Pemerintahan Kota Tanjungpinang, dan Forum Kemanusiaan KEPRI PEDULI Memberikan Bantuan.

Tanjungpinang-Medialintasnusa.com : Setiap Orang sudah pasti tidak mau adanya kejadian atau peritiwa menyedihkan yang menimpa dirinya, salah satunya seperti bencana yang disebabkan oleh alam, karena peristiwa ini sesuatu yang menyebabkan/menimbulkan kesusahan, kerugian, atau penderitaan fisik dan psikologi.

Masih banyak Orang awam yang tidak mengetahui ketika suatu Bencana Alam terjadi atau  Bagaimanakah dan siapakah dalam membantu, menolong dan meringankan masyarakat yang terkena musibah tersebut, yang sesuai Perundangan dan Peraturan yang berlaku di Negara Republik Indonesia ini?.

Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penggulangan Bencana, pada pasal 1, Angka 1 adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor non alam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis.

Lurah Melayu Kota Piring, Bapak Feri Ismana, S.Sos., bersama Ustz. Mahyuddin Nadeak, Ketua Kepri di Forum Kemanusiaan KEPRI PEDULI pada saat Pemberian Bantuan Bencana kepada Warga terkena musibah Bencana Alam

Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penggulangan Bencana, pada pasal 1, Angka 2, yaitu bencana alam adalah bencana yang diakibatkan oleh peristiwa atau serangkaian peristiwa yang disebabkan oleh alam antara lain berupa gempa bumi, tsunami, gunung meletus, banjir, kekeringan, angin topan, dan tanah langsor.

Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penggulangan Bencana, pada BAB VIII  (PENDANAAN DAN PENGELOLAAN BANTUAN BENCANA), Bagian Kesatu, Pendanaan, Pasal 60,  Angka 1. Dana penanggulangan bencana menjadi tanggung jawab bersama antara Pemerintah dan pemerintah daerah.  Angka 2. Pemerintah dan pemerintah daerah mendorong partisipasi masyarakat dalam penyediaan dana yang bersumber dari masyarakat.

Undang-Undang Negara Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007, Pasal 61, Angka 1. Pemerintah dan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana secara memadai sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 huruf e, huruf f dan Pasal 8 huruf d. Pada Angka 2. Penggunaan anggaran penanggulangan bencana yang memadai sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilaksanakan oleh Pemerintah, pemerintah daerah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya.

Dasar hukum lain yang mengatur tentang pengelolaan dana bencana alam adalah Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2008 tentang Pendanaan dan Pengelolaan Bantuan Bencana.

Menurut Pasal 3 PP 22/2008, pengaturan pendanaan dan pengelolaan bantuan bencana meliputi: a). Sumber dana penanggulangan bencana;  b). penggunaan dana penanggulangan bencana; c).  pengelolaan bantuan bencana; dan d). pengawasan, pelaporan, dan pertanggungjawaban pendanaan dan pengelolaan bantuan bencana.

Adapun dana penanggulangan bencana itu berasal dari [Pasal 4 ayat (2) PP  22/2008]: a).APBN; b). APBD; dan/atau c.). masyarakat.

Pemerintah dan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana dalam APBN dan APBD itu secara memadai dan anggaran itu disediakan pada tahap pra bencana, saat tanggap darurat bencana, dan pasca bencana [lihat Pasal 5 ayat (1) dan (2) PP 22/2008].

Hari ini Sabtu  (23 Februari 2019) Pukul 11.00 WIB, Bapak Walikota Tanjungpinang, H. Syahrul. S.Pd., dan Ibu Wakil Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma, dan didampingi Kepala Dinas Sosial Kota Tanjungpinang, Ka.BPBD, Pak Lurah Melayu Kota Piring, Feri Ismana, S.Sos., memberikan Penyerahan Bantuan Musibah Rumah Roboh di Jalan Kota piring, Gang Putri Riau 5, Lorong 10, Kelurahan Melayu Kota Piring.

“Dengan Bantuan ini (bantuan dari Pemerintahan Kota Tanjungpinang) semoga dapat meringankan Bapak Desrizal dan Ibu Asmawati,” jelas Lurah Melayu Kota Piring, Bapak Feri Ismana, S.Sos., Penata/NIP 198203292006041012.

Satu-satunya dari Oraganisasi Kemasyarakatan yang terlihat tadi yang turut juga memberikan bantuan kepada Bapak Desrizal dan Ibu Asmawati yang terkena bencana adalah Forum Kemanusiaan KEPRI PEDULI.

Ustz Mahyuddin Nadeak, yang sebagai Ketua Kepri di Forum Kemanusiaan KEPRI PEDULI, menuturkan; “Turut memberikan bantuan  bantuan ini atas dasar kemanusiaan utk saling meringankan beban warga yang terkena bencana alam dan tidak ada unsur politik didalamnya.

“Adapun Kepri Peduli sebagaimana sebelumnya juga telah banyak melakukan berbagai macam bantuan. Bantuan di daerah bencana alam Nasional, seperti bencana gempa Lombok, Palu, Sumatera Barat, Mandailing Natal, Lampung dan daerah lainnya. Bahkan bantuan ke Internasional, seperti Kemanusiaan Rohingya, Uighur di China,” Jelas Ustz Mahyuddin Nadeak, Ketua Kepri di Forum Kemanusiaan KEPRI PEDULI.

“Acara pemberian bantuan saat ini ada 10 Orang hadir yang mewakili Kepri Peduli”.

Ustz Mahyuddin Nadeak, Ketua Kepri di Forum Kemanusiaan KEPRI PEDULI, menutup pembicaraan, “Kepri peduli berharap kedepan kiranya bencana-bencana alam semoga tidak terjadi lagi, insyaallah…amin”. (Ogi Jnggot).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.