Rustam Efffendi sebagai ketua pelaksana, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kearifan lokal dan melestarikan tradisi selama Ramadhan dan kreativitas masyarakat Lingga itu sendiri. Serta sebagai bentuk wujud syukur dan kegembiraan karena telah berhasil menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan.
“Dentum Ramadhan ini sekaligus untuk memeriahkan rangkaian pintu gerbang pelita pada malam tujuh likur. Kita laksanakan bersama masyarakat Lingga dengan beberapa ketentuan yang dicantum pada flyer dentum Ramadhan,” ujarnya.
juga akan dilakukan oleh kolega Genpi Lingga untuk memasang pelita atau lampu minyak yang telah menjadi rekrutmen budaya malam 7 (tujuh) likur di sepanjang jalan.
Rustam mengatakan perlombaan dibuka dengan kuota 64 tim. Satu tim terdiri dari 3 (tiga) orang. Setiap tim menyiapkan bedil bambu dengan ukuran setidaknya 1,5 meter dan memiliki keamanan, serta tiang pancang tegaknya.











Komentar