oleh

Pawai Ragam Budaya, Wawako: Mari Kita Tancapkan Bhinneka Tunggal Ika di Kota Gurindam

Tanjungpinang, Medialintasnusa.com – Meski sudah memasuki bulan September tapi itu tidak menghalangi masyaratakat untuk memeriahkan semarak Agustusan HUT RI 77 masih tetap dilaksanakan di Kota Tanjungpinang.

Pada sabtu (03/09) Pemerintah Kota Tanjunginang melaksanakan Pawai Budaya. Warna-warni ragam kebudayaan seperti pakaian adat atau atraksi lainya yang merupakan nilai kearifan lokal dari seluruh nusantara.

Sedangkan Penyelenggaraan Pawai budaya ini melibatkan paguyuban se-Tanjungpinang, sanggar seni, sekolah dari SMP dan SMA.

Uniknya peserta yang berpartisipasi pada pawai budaya ini melibatkan seluruh kalangan lapisan masyarakat lintas profesi, mulai dari rakyat hingga pejabat

Bahkan Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah, S.Kp.,M.Si beserta istri beliau DR. Syamilatul Khariroh, S.Kp. M.Kes turut dalam acara tersebut.

Terlihat Sosok pemilik senyum kharismatik beserta istri mengenakan pakaian adat Jawa Barat di bawah terik sinaran matahari.

Menurut Beliau saat wartawan kami mewawancarainya mengungkapkan pawai budaya ini merupakan lem perekat keberagaman budaya nusantara.

“Momen ini sagat baik, saya anggap ini salah satu lem perekat keragaman budaya kita, warna-warni, corak dan ragam budaya bisa kita lihat disini”, ungkapnya.

Selain itu beliau juga mengubgkapkan harapanya kedepan.

“Semoga acara ini memberikan dampak positif kepada seluruh masyarakat, kita rawat kebhinekaan di Kota Gurindam, dimana masyarakatnya selalu harmonis dan menyatu berdampingan antar suku bangsa selaras dengan kebangkitan Kota ini”, Imbuhnya.

Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di Jl. Hang Tuah, sedangkan tepatnya titik dimulai (statr) berjalan kaki dari jembatan tugu Raja Haji Fisabilillah sampai ke Gedung Daerah (finish).

Menurut ketua panitia penyelenggara (Syafaruddin) kegiatan ini bertujuan menunjukkan keragaman budaya masyarakat untuk mempererat lagi silaturahmi antar sesama agar tumbuh lagi kesadaran akan hidup bersama lagi setelah pandemi COVID-19 di Kota ini.

Selanjutnya Panitia penyelenggara menngungkapkan harapanya dengan menampilkan budaya dari berbagai daerah ini semoga masyarakat menjadi lebih bersemangat dan bersinergi antara satu suku dan suku lainnya di bawah naungan payung budaya Melayu. (Nano)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *