oleh

Menkominfo Wakili Presiden dalam Peluncuran Buku tentang Joko Widodo

Medialintasnusa.com, Nasional – Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara hadir mewakili Presiden RI Joko Widodo dalam peluncuran buku ‘Satu Malam di Baitullah bersama Joko Widodo’. Buku yang ditulis jurnalis senior Usamah Hisyam itu merupakan pengalamannya saat menjadi koordinator liputan Umrah Keluarga Besar Joko Widodo pada tahun 2014.

Menteri Rudiantara menyampaikan permohonan maafnya mewakili Presiden Jokowi yang berhalangan hadir dalam peluncuran buku tersebut. Selain peluncuran buku, malam puncak Obsession Awards 2019 yang digelar oleh Obsession Media Group (OMG) ini juga memberikan penghargaan kepada 10 Menteri Kabinet Kerja atas prestasi dan kerja kerasnya untuk bangsa dan negara.

“Saya Mohon maaf Bapak Presiden tidak bisa hadir karena sedang menjalankan tugas negara, dan juga 9 dari 10 Menteri yang mendapatkan Award tidak hadir. Saya mohon maaf, mengapa? Karena mereka sedang bekerja,” ucap Menteri Rudiantara dalam sambutannya pada acara tersebut di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Rabu (06/03/2019) malam.

Menteri Rudiantara mengatakan, peluncuran buku tersebut sebagai salah satu upaya dalam memerangi hoax di negeri ini. Karena seperti yang kita ketahui, hoaks merupakan ancaman bagi kedaulatan negara. Belum lagi hoaks yang menyerang Kementerian dan Lembaga negara dalam menjalankan tugasnya.

Selain peluncuran buku Satu Malam di Baitullah bersama Joko Widodo. Malam puncak Obsession Awards 2019 ini juga sekaligus meluncurkan OMG TV. Menteri Rudiantara berharap, melalui peluncuran OMG TV ini juga dapat ikut serta memerangi hoaks dan berbagai macam ujaran kebencian.

“Karena tadi disampaikan oleh Pak Usamah Hisyam bahwa dengan peluncuran televisi dan lain sebagainya akan ikut memerangi hoaks. Dengan hati terbuka, dengan tangan terbuka saya sampaikan kami sampaikan bekerjasama. Kebetulan saya bawa datanya terkait bagaimana hoaks ini makin lama makin meningkat.

Kementerian Kominfo senantiasa mencoba mengaddresnya tapi memang tidak mudah menangani hoaks,” Ucap Rudiantara Menteri Rudiantara memaparkan sejumlah data terkait hoaks yang berhasil diidentifikasi oleh Kementerian Kominfo. Antara lain, pada bulan Oktober 2018 meningkatkan sebanyak 53 hoaks, November 63, Desember 75, Januari 2019 sebanyak 175 dan pada bulan Februari kemarin meningkat menjadi 353 konten.

“Itu hoaks yang berhasil diidentifikasi, potensi hoax yang tentunya kami harapkan kerjasama antara lain dengan OMG ini agar kita harus addres bersama-sama. Karena Kominfo melakukan suatu identifikasi bahwa ini (kasus) adalah hoaks, tentunya harus melakukan validasi, harus disampaikan mengapa ini hoaks, faktanya apa,” Kata Rudiantara.

Menteri Rudiantara juga menyampaikan bahwa dari jumlah hoaks yang disebutkan tersebut, sebanyak 181 hoaks berkaitan dengan politik, 126 hoaks berkaitan dengan kesehatan, dan 119 hoaks ditujukan kepada pemerintah. Begitupun hoaks yang berhubungan dengan agama serta berbagai macam kejahatan lainnya.

“Jadi saya ucapkan selamat atas peluncuran OMG TV, dan kami siap bekerjasama dengan OMG untuk memerangi hoaks. Saya berharap banyak lagi komunitas dan kelompok lainnya juga bersama-sama untuk kita memerangi hoaks. Selamat juga kepada penerima Awards malam ini,” Ucap Rudiantara.

Sebelumnya, Founder OMG yang juga penulis buku Usamah Hisyam mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen dan ingin berkontribusi bersama pemerintah dalam memerangi hoaks. Menurutnya, keberadaan hoaks akan dapat merusak sendi-sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

(Sumber berita, https://www.kominfo.go.id/content/detail/16934/menkominfo-wakili-presiden-dalam-peluncuran-buku-tentang-joko-widodo/0/berita_satker)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *