oleh

DPRD Kepri Minta Penjelasan Bright PLN : Terkait pelaksanaan Pemilu 17 April 2019

Kepri-Medialintasnusa.com : Pemadaman listrik yang sering terjadi di Batam membuat Komisi III DPRD Provinsi Kepulauan Riau gerah. Ketua Komisi III Widiastadi Nugroho saat rapat dengar pendapat dengan pihak Bright PLN Batam, Senin (15/4/2019) mengatakan, banyak masyarakat yang mengeluhkan terjadinya pemadaman tersebut.

“Kami selaku wakil rakyat meminta kepada Bright PLN Batam agar mau terbuka kepada kami, apa yang menjadi persoalan sehingga listrik di Batam kerap padam,” kata Widiastadi.

Selain itu, dia meminta jika memang ada persoalan yang menyebabkan listrik padam, harus segera diselesaikan. Selain keluhan dari masyarakat, Widiastadi meminta kepada pihak Bright PLN Batam agar fokus menjelang dilaksanakannya pemungutan suara 17 April nanti.

“Persoalan pemadaman listrik ini harus diantisipasi ketika KPU sedang melakukan perhitungan suara. Mereka menggunakan komputer dalam proses perhitungan suara. Kalau sempat listrik padam bisa kacau,” ungkap pria yang kerap disapa Mas Iik ini.

Wakil Ketua Komisi III Surya Makmur Nasution juga meminta agar Bright PLN Batam berterus-terang dan terbuka mengenai penyebab pemadaman listrik tersebut. Dia mengungkapkan dari beberapa keluhan masyarakat yang ditampungnya, rata-rata pemadaman terjadi antara 30 menit hingga tiga jam.

“Jika memang kurang pasokan energinya silahkan disampaikan, nanti kita cari solusinya bersama,” kata Surya Makmur.

Selain itu dia meminta kepada pihak Bright PLN Batam agar dapat memprioritaskan pasokan listrik untuk keperluan Pemilu serentak nanti, seperti di kantor KPU, Bawaslu serta PPK di kecamatan-kecamatan. Hal ini agar proses rekapitulasi perhitungan suara yang dilakukan dengan komputerisasi bisa berjalan dengan lancar.

Anggota Komisi III Irwansyah juga mengatakan, pihak Bright PLN Batam seharusnya bisa mengirimkan surat pemberitahuan sebelum dilaksanakannya pemadaman.

“Hal ini agar kami sebagai wakil rakyat khususnya komisi III yang membidangi kelistrikan bisa menjelaskan jika terjadi pemadaman, apa penyebabnya, sampai berapa lama pemadamannya dan lain-lain,” ujar Irwansyah.

Sampai hari ini, menurut Irwansyah, pihaknya mengetahui adanya pemadaman listrik setelah adanya keluhan dari masyarakat dan pemberitaan di media. Pemberitahuan itu juga sangat penting karena selama ini masyarakat beranggapan bahwa jika sering terjadi pemadaman, maka pasti akan ada rencana kenaikan tarif listrik.

Karena kenaikan tarif listrik biasanya dibahas oleh DPRD, maka masyarakat justru bertanya pada DPRD. Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bright PLN Batam Dadan Kurniadipura meminta maaf atas ketidaknyamanan pelayanan Bright PLN Batam.

“Sebelumnya kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang disebabkan pemadaman listrik ini,” kata Dadan.

Dia menjelaskan dari sisi perencanaan, Bright PLN Batam memiliki daya yang sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan listrik di Batam, Bintan dan Tanjungpinang. Direktur Utama Bright PLN Batam Dadan Kurniadipura memberikan penjelasan terkait

Namun ada beberapa kendala yakni kerusakan mesin di beberapa pembangkit sehingga mau tidak mau kami harus melakukan pemadaman bergilir sampai perbaikan selesai. Secara detail Dadan membeberkan sejumlah kerusakan tersebut.

Yakni, kerusakan di PLTGU Uncang dan PLTMG DEB Panaran sehingga daya listrik yang dihasilkan tidak optimal.

“Dari dua pembangkit tersebut, saat ini hanya menghasilkan daya setengah dari kemampuan normalnya, yakni 60 MW di Uncang dan DEB Panaran hanya 40 MW,” terang Dadan.

Selain kerusakan di kedua pembangkit tersebut, PLTU Tanjung Kasam saat ini hanya mampu menghasilkan daya sebesar 100 MW dan pada saat normal mampu menghasilkan daya hingga 120 MW.

“Untuk Kasam memang ada kendala satu mesin trip atau tidak beroperasi,” ungkapnya.

Dari beberapa kendala di pembangkit tersebut saat iniBright PLN Batam hanya mampu menghasilkan daya total 454 MW, sedangkan kebutuhan pada beban puncak mencapai 465 MW. Terkait pelaksanaan Pemilu 17 April 2019, pihak Bright PLN Batam sudah mengantisipasinya.

“Kami telah memasang genset di KPU, Bawaslu dan PPK di 11 kecamatan untuk mengantisiapsi jika terjadi pemadaman mendadak,” tambah Dadan.

Selain rapat dengan Bright PLN Batam, Komisi III juga meninjau sejumlah pembangkit yang mengalami kerusakan yakni di PLTGU Uncang dan PLTMG DEB Panaran. (Ogi “Jhenggot”)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *