oleh

Gubernur Provinsi Kepri dan Walikota Tanjungpinang menghadiri acara perayaan Tahun baru Imlek 2570/2019 di Kota Tanjungpinang

Tanjungpinang-Medialintasnusa.com : Gubernur Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) BapakĀ  Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos., M.Si., dan Walikota Tanjungpinang H. Syahrul, S.Pd., bersama istri, pada hari ini Senin (4 Febuari 2019) turut menghadiri perayaan Tahun Baru Imlek 2570/2019 bertempat di depan Vihara Bahtera Sasana, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepri. Pada Tahun ini perayaan Tahun Baru Imlek 2570/2019 bertemakan “Indahnya Kebersamaan”.

Dalam acara Perayaan Tahun Baru Imlek 2570/2019 ini dihadiri Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Ibu Dra. Siti Hartati Tjakra Murdaya (Chow Li Ing) bersama suami Bapak Murdaya Widyawimarta Poo. Turut hadir para tamu undangan/mewakili para Pimpinan dari unsur TNI dan Polri di Kota Tanjungpinang; Dandim, Danlanud, Danlantamal beserta Kapolres Kota Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi.

Pak Walikota Tanjungpinang menyampaikan kata sambutan dalam acara Perayaan Tahun Baru Imlek 2019

Ketua Umum Perwakilan Umat Buddha Indonesia (WALUBI) Ibu Dra. Siti Hartati Tjakra Murdaya di saat kesempatan bicara di atas panggung menerangkan “Bakti Sosial Pengobatan Gratis” oleh Walubi yang dilaksanakan di lapangan Pamedan Kota Tanjungpinang beberapa hari lalu yang berhasil dengan berjalan lancar dan aman, dengan sangat antusias bedatangan berbagai masyasarakat di Kota Tanjungpinang berjumlah 6170 Pasien.

“Perayaan Imlek senantiasa dinantikan oleh masyarakat Tanjungpinang, khususnya warga yang berasal dari etnis Thiongha, perayaan yang telah tumbuh, berkembang dan mengakar Ā menjadi kekayaan budaya lokal, kemudian sebagai konsekuensi logis dari proses asimilasi dan durasi dalam waktu yang cukup lama secara turun temurun di Kota Tanjungpinang tercinta ini,” terang Walikota Tanjungpinang Bapak H. Syahrul, S.Pd., pada kesempatan memberikan kata sambutannya.

“Pada kesempatan yang berbahagia ini, mari kita menarik nilai-nilai budaya etnis Tiongha yang khas dan unik, cukup berpotensi dalam pembentukan karakter dan jati diri masyarakat sedangkan status sosial etnis Tiongha cukup mampu dan mempunyai jaringan kekerabatan yang luas baik di tingkat nasional maupun manca negara, memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan wisata di daerah kita ini. Mencapai harapan tersebut, maka kita secara bersama-sama berpikir untuk bekerja lebih keras lagi untuk menggali dan mengembangkan potensi kepariwisataan berbasis budaya yang selama ini belum digarap secara efektif, efisien dan berkesinambungan. Pemerintah Kota Tanjungpinang memiliki komitmen yang kuat untuk mendorong pembangunan di sektor Pariwisata, keragaman etnik merupakan peluang untuk penguatan produk wisata budaya, dan religi, setelah itu, kita juga memiliki obyek-obyek wisata alam, wisata argo, dan lain sebagainya,” jelas Walikota Tanjungpinang Bapak H, Syahrul. S.Pd.

“Rindu dengan kebersamaan yang ditampilkan malam ini (perayaan Tahun Baru Imlek 2570/2019), Alhamdulillah kerukunan beragama di Provinsi Kepri ini sudah lama terwujud, jauh sebelum adanya undang-undang (tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis). Keberadaan Vihara Bahtera Sasana ini, yang sudah ada sejak ratusan tahun di tengah Kota Tanjungpinang ini sebagai salah satu bukti dan saksi (Kerukunan umat beragama yang sudah lama terwujud di Provinsi Kepri),” jelas Gubernur Provinsi Kepri, Bapak Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos., M.Si.

“Indonesia!!!…. suara nyaring dan serentak bersamaan dari seluruh Tamu Undangan dan masyarakat Kota Tanjungpinang yang hadir di acara tersebut,” ketika menjawab Pak Gubernur Provinsi Kepri Bapak Dr. H. Nurdin Basirun, S.Sos., M.Si., bertanya, “Siapa kita ?.” (Ogi Jenggot)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *