oleh

Endang, “Tanjungpinang Butuh Aset Pelabuhan yang Mumpuni”

MLN, Tanjungpinang – Upaya Pemko Tanjungpinang sebagai Ibu Kota Provinsi Kepri kini sedang melakukan beberapa langkah untuk melakukan percepatan pemulihan ekonomi daerah. Hal tesebut diungkapkan oleh Endang Abdullah. S.Kp, M.Si selaku Wakil Wali Kota Tanjungpinang saat kami temui di ruang kerjanya.

Sosok pemilik Senyum Kharismatik pada Kamis, 22/09 memaparkan Karakteristik demografi wilayah kepulauan merupakan penyebab panjangnya mata rantai distribusi yang turut menyebabkan adanya kenaikan harga barang yang signifikan.

“Karakteristik demografi wilayah dan kondisi daerah kepulauan merupakan faktor penyebab panjangnya mata rantai distribusi, hal ini kemudian akan berpengaruh pada biaya tambahan para pemasok sehingga menimbulkan kenaikan seluruh ketetapan harga komoditas barang”. Paparnya.

Solusi untuk memangkas panjangnya mata rantai itu tentunya sangat diperlukan sarana pendukung terutama pelabuhan menjadi prioritas untuk menunjang geliat perekonomian.

“Ya, selama ini berbagai komoditas dan barang sebelum sampai ke Tanjungpinang ini terpaksa transit beberapa kali di beberapa daerah sehingga tercipta biaya-biaya tambahan, maka urgensitas Pelabuhan Barang sangat priotitas untuk masyarakat kita dalam rangka menunjang moda transportasi dan arus distribusi suplai barang Kota Tanjungpinang” imbuhnya.

Dikemukakan lebih lanjut, upaya Pemko untuk merealisasikan hal tersebut Pemko Tanjungpinang sedang intens berkomunikasi dengan beberapa Kementerian dan dan lembaga terkait.

“Pada level pusat, Saat ini kita sedang intens mejalin komunikasi dengan beberapa Kementerian terkait, sementara di Provinsi melalui Dinas Perhubungan Provinsi Kepri untuk memanfaatkan sarana yang ada” tambahnya.

Lebih jauh beliau mengungkapkan urgensi pelabuhan dipandang merupakan solusi terhadap moda transportasi dan distribusi serta koneksi terhadap berbagai komoditas di Kota Tanjungpinang.

“Mengingat karakteristik demografi wilayah kita kepulauan, sebenarnya wilayah kita sangat membutuhkan aset pelabuhan barang yang mumpuni dan pemanfaatan pelabuhan merupakan solusi terhadap aksesbilitas kita dengan daerah penyuplai berbagai komditas terkoneksi sehingga operasional arus distribusinya berjalan baik” ungkapnya.

Berkaitan dengan lokasi yang dilirik oleh Pemko di Pelabuhan Dompak dan pelabuhan Tanjung Moco. Gagasan ini merupakan salah satu upaya Pemko untuk mendongkrak percepatan pemulihan sektor perekonomian Masyarakat di Kota Tanjungpinang pasca pandemi Covid-19 tutupnya. (Nano)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed