oleh

Antara PAD, BUMD dan Pasar Tradisional Kota Tanjungpinang

Apa itu PAD?

Wikipedia menjelaskan Original Local Government Revenue atau Pendapatan Asli Daerah (disingkat PAD), merupakan penerimaan dari sumber-sumber di dalam wilayah suatu daerah tertentu, yang dipungut berdasarkan Undang-undang yang berlaku.

PAD bertujuan menjadi salah satu sumber penerimaan keuangan daerah dalam rangka menjalankan prinsip Otonomi daerah secara utuh.

Apa itu BUMD?

Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) merupakan badan yang bertujuan memaksimalkan PAD setiap daerah dalam berbagai sektor perekonomian secara legal oleh Pemda.

BUMD Kota Tanjungpinang PT. Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) dibentuk tidak lain untuk meningkatkan PAD melalui pengelolaan kios dan lapak pasar di beberapa titik seperti Pasar Lama, lapak Akau di Potong Lembu dan kios dan lapak pasar Bincen di Bt. IX.

Akumulasi Uang sewa yang diperoleh dari transaksi berbagai titik tersebut kemudian harus memberikan kontribusi atau manfaat terhadap pendapatan / keuangan daerah yang pada akhirnya dari serapan penghasilan tersebut muaranya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Sederhananya aktifitas BUMD TMB ini merupakan perpanjangan tangan pemerintah yang legal untuk memperoleh pendapatan Daerah di Kota Tanjungpinang untk peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat kota Tanjungpinang.

Apa itu pasar tradisional?

Berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 70/M-DEG/PER/12/2013, pasar tradisional memiliki pengertian sebagai tempat jual-beli yang dibangun dan dikelola oleh pemerintah, pemerintah daerah, BUMN, BUMD, swasta, dan juga melakukan kerja sama dengan pemilik usaha kecil, menengah, swadaya, dan koperasi.

Peranan Pasar tradisional

Pasar tradisional merupakan tempat menilai tingkat perekonomian masyarakat di desa kecamatan, dan kesejahteraan masyarakat merupakan tingkat tertinggi keberhasilan pemerintah dalam menjalankan tugas dan fungsinya sebagai aparatur yang bekerja untuk rakyat. Selain itu pasar tradisional juga merupakan salah satu sumber utama pemerintah daerah untuk menerima Pendapatan Asli Daerah.

Sinergi antara 3 komponen diatas sangat vital diperlukan dalam rangka menjalankan roda perekonomian dan juga harus diingat ke-3 komponen tersebut sangat rawan dimanfaatkan oleh oknum “nakal” / mafia pasar serta praktik menyimpang dengan menyalahi aturan yang berlaku demi keuntungan pribadi (KKN).

Untuk itu sebagai masyarakat tentunya mengharapkan peranan pemerintah melalui berbagai lembaga /instansi seperti Disperindag, Dispenda, inspektorat, Ombudsman dan lembaga resmi lainya juga diperlukan berperan aktif mengontrol jalannya sinergi tersebut dengan rutin melakukan audit sehingga terciptanya sistem yang bersih dan serta transparan khususnya dalam salah satu sektor sumber PAD kota ini.

Hal ini penting untuk memulihkan sektor perekonomian masyarakat pasca hantamanan pandemi Covid-19, sesuai dengan instruksi pemerintah Pusat kepada Pemerintah Daerah untuk memicu pertumbuhan/pemulihan sektor ekonomi di tingkat daerah masing-masing.  Nano/Redaksi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *