oleh

Aluan : Kajian Untuk Merevitalisasi Pulau Penyengat Memakan Waktu dan Rumit

Medialintasnusa.com, Kepri – Staf Khusus Gubernur Kepulauan Riau Syarafuddin Aluan angkat bicara terkait kenapa akhirnya Pulau Penyengat perlu di revitalisasi atau di percantik.

Karena menurutnya rencana pembangunan revitalisadi Pulau Penyengat ini sudah dipikirkan sejak Gubernur Kepri Pertama H. Ismeth Abdullah, dan bahkan ketika itu  Pemerintah Provinsi Kepri telah membentuk Badan Khusus (Bansus) untuk kegiatan Revitalisasi Pulau Penyengat.

Hanya saja, lanjut Aluan,  Bansus yg dibentuk tersebut,  sampai tiga Gubernur berlalu, penanganan  pembangunan revitalisasi Pulau Penyengat tidak sempat diwujudkan.

“Kemudian ide untuk merevitalisasi Pulau Penyengat ini muncul lagi pada saat kedatangan Menteri  Bappenas tahun lalu di Lagoi, Bintan. Malam itu, dalam diskusi kami, Gubernur  menyampaikan niat itu kepada Menteri Suharso. Kemudian Gubernur Mengajak pak Suharso ke Penyengat sebelum kembali ke Jakarta. Gubernur membawa pak Suharso keliling  Masjid Penyengat, lalu ke makam para Raja dan tempat-tempat lainnya,” terang Aluan.

Dua hari kemudian, jelas Aluan, dirinya menghubungi ajudan Menteri Bappenas, menyampaikan niat untuk berjumpa bersama Gubernur Ansar.

“Alhamdulillah direspon baik oleh beliau, dan diagendakan rapat resmi  di kantor Bappenas dengan mengahadirkan semua Deputi. Rapat ini untik mencari anggaran atas usulan Gubernur atas dana sekitar Rp100 miliar lebih untuk revitalisasi Pulau Penyengat,” terang Aluan lagi.

Untuk menindaklanjuti  usulan Gubernur, cerita Aluan, Gubernur sampai beberapa kali mendatangi rumah Menteri Suharso di Widiya Candra nomor 21, Jakarta.

Akhirnya, lanjut Aluan lagi,  Menteri menyampaikan bahwa ada dana bantuan dari Islamic Developmen Bank sebesar Rp15 miliar dan dari APBN sebesar Rp10 miliar.

Staf Khusus Gubernur Kepulauan Riau Syarafuddin Aluan bersama Gubernur Kepulauan Riau H. Ansar Ahmad

“Dan kita akui, atas usaha Gubernur,  kita tindaklanjuti lagi rapat dengan Satker Kementerian PUPR sampai beberapa kali. Pada akhirnya Gubernur meminta kepada Menteri PUPR agar dianggarkan juga dana sekitar Rp5 miliar,” tuturnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *