Medialintasnusa.com, Tanjungpinang – Pada tanggal senin 25/2022, di Kantor Barelang Kota tanjungpinang kedatangan pengurus sanggar Serumpun Zuriat Laksamana Provinsi Kepulauan Riau, 6 orang perwakilan tersebut meliputi Ketua sanggar, sekretaris penasehat, dan Makcik Nora selaku pembina sanggar dari Singapura.
Kedatangan petinggi Sanggar Serumpun Zuriat Laksamana bersilaturahmi untuk memeberikan satu karya sastra lisan sebagai cinderamata. Makcik Nora selaku pembina sanggar mengungkapkan sebagai cindera mata dari Sanggar Serumpun Zuriat Laksamana kepada Tokoh yang mencintai karya sastra.
“Puisi ini merupakan bentuk sastra, dan kebetulan sejauh yang kami ketahui menyukai puisi, maka kami sengaja menyusun tajuk pusisi kusus yang menceritakan sekilas perjalanan panjang hidup beliau” ungkapnya.
Selanjutnya Penasehat Sanggar Serumpun Zuriat Laksamana mengharapkan kedepan peminat sastra lisan baik puisi atau yang lainnya tetap eksis di era saat ini khususnya pada kaum millenial.
“Kita harapkan kedepan generasi muda kita mulai mencintai sastra lisan, apapun bentuknya, baik berupa seloka, pantun, puisi dan lainnya, agar kejayaan satra melayu ini tidak lekang tergerus oleh perkembangan zaman, kalau bukan kita siapa lagi”. Ungkapnya.
Pada kesempatan tersebut Selain mengucapkan terima kasih Boby Jayanto. S.IP mengapreasiasi kreatifitas Sanggar Serumpun Zuriat Laksamana yang konsen melestraikan budaya Melayu.
“Saya ucapkan terimakasih sekaligus apresi yang tinggi kepada pengurus sanggar Serumpun Zuriat Laksamana, yang telah berusaha secara khusus membuatkan puisi yang merepresentasikan sekilas perjalan hidup saya dari masa kecil hingga saat ini”, ungkapnya.
Selain itu, beliau mengatakan untuk membuat pusi yamg berkualitas baik itu dibutuhkan inpspirasi, konsentrasi dan waktu.
“Butuh ketenangan dan waktu untuk menyusun naskah suatu puisi maka kita harus berkonsentrasi agar menjadikan puisi itu berkualitas bagus”, tambahnya.
Selanjutnya beliau mendorong generasi muda kita untuk memulai belajar berpuisi sejak diri.
Karena jika sudah mempunyai pekerjaan seperti saya akan sulit mencari waktu untuk membentuk insprirasi menjadi puisi”, tutupnya. (NP)







Komentar