oleh

Pemkab.Lingga, Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

Lingga-Medialintasnusa.com : Sosialisasi empat pilar kebangsaan Indonesia, yang disampaikan oleh Asisten II pemkab.Lingga. Yusrizal SH, dalam pembacaan amanat Gubenur Kepri. H. Nurdin Basirun, bertempat di ruang serba guna hotel One – Dabosingkep. Selasa (7/8).

Kempat pilar kebangsaan tersebut, antara lain.
1. Pancasila adalah dasar negara, falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia.
2. UUD Begara Republik Indonesia tahun 1945 adalah landasan konstitusional dam bernegara.
3. Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah konsensus yg harus dijaga keutuhannya.
4. Bhinneka Tunggal Ika adalah semangat untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.

Dalam penyampaiannya, perlunya disosialisasikan empat pilar tersebut. Mengingat akhir- akhir ini, kehidupan berbangsa dan bernegara mulai memilukan dan memprihatinkan, dengan persoalan yang menjurus ke anarkis bahkan kriminalitas.

Sesuai dengan perkembangan tekhnologi, maka. Setiap warga negara, harus memahami secara utuh dan benar. Tentang nilai-nilai kebangsaan, yang akan memperkuat kehidupan berbangsa dan bernegara. Khususnya, bagi generasi muda selaku penerus bangsa.

Dalam hal ini, Pemprov Kepri. Mengapresiasi dan memyambut baik, sosialisasi empat konsensus dasar negara ini. Yang menjadi pilar kebangsaan itu, namun. Empat pilar tidak langsung digunakan, sejak keputusan Mahkamah Konstitusi (MK).

Sesuai amar no 100/PUU- XI/2014, yang membatalkan frasa. Empat pilar berbangsa dan bernegara, dalam pasal 34 ayat ( 3b ) huruf a. Undang-Undang nomor 2 tahun 2011, tentang perubahan atas Undang-Undang nomo2 tahun 2008 tentang partai politik. Jelasnya.

Semoga empat konsensus kebangsaan ini, dapat kita tanamkan ke dalam diri setiap anak bangsa. Terutama kaum pemuda, karena rasa cinta tanah airlah yang harus menjadi modal dasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Pada Teks pancasila, tetap sama sejak 1945. Sebagai ideologi negara, tetapi tafsirnya harus senantiasa kontektual, sesuai demokrasi yang berkembang.

Konsensus bersama itu, tidak hanya sekedar sosialisasi. Namun, juga dapat memberikan pendidikan politik. Terlebih agar dapat diinternalisasikan dan diimplementasikan nilai-nilai kebangsaannya dalam kehidupan berbangsa sekaligus memperkuat rasa cinta tanah air serta berjiwa Bhineka Tunggal Ika.(**)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed