oleh

Persengketaan Tanah Terancam Pidana

-Bintan-422 views

Medialintasnusa.com, Bintan – Pertikaian permasalahan tanah acap kali terjadi dengan berbagai ragam akar permasalahanm yang tidak tentu ujung pangkal. Sengketa kepemillikan lahan di Desa Malang Rapat semakin terungkap pasca majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang menggelar sidang Pemeriksaan Setempat (PS). Sidang dipimpin Jhonson Fredy Erson Sirait. SH., bersama dua hakim lainya, Iriaty Khairul Ummah. SH., dan Hendah Karmila Dewi. SH., MH. Saat peninjauan lokasi tanah yang disengketakan dan menelusuri setiap batas bidang tanah juga sempadan, disaksikan langsung oleh masing-masing Kuasa Hukum Penggugat maupun pihak Tergugat.

Pada sidang pemeriksaan setempat itu, hadir Djodi Wirahadikusuma, selain sebagai saksi sempadan, dirinya juga mengaku memiliki sertifikat diatas lahan seluas 2,5 hektar yang di klaim oleh H Danoer Yoesuf.

“Tanah saya tersebut sudah saya beli dari Salamah sebagai pemilik lahan awalnya sejak 2009 lalu dengan harga Rp30 juta,” ucap Djodi.

Kehadirannya Djodi dilokasi itu dikatakannya; “Diakuinya sebagai salah seorang pemilik tanah di lokasi sengketa,” ketika dipertanyakan oleh beberapa kuasa hukum. Saat itu Djodi Wira Hadikusuma mengetahui lebih detil bahwa sebagian lahan atas Cristina Djodi (istri Djodi) masuk dalam bagian tanah yang diduga dikuasai oleh H Danoer Yoesoef di kawasan tersebut.

Berlangsungnya proses Sidang PS sengketa lahan merupakan tindak lanjut perkara perdata antara 3 (Tiga) Pihak Penggugat, yakni; Maimunah, Lina, dan Slaman. Melalui Tim Kuasa Hukumnya, Eko Wahono. SH., dan Agus Riawantoro versus H. Dahnoer Yoesoef beserta Abdul Bahrum, Sumini (Isteri Abd. Bahrum), H. Usman S, Ny.Yah (Isteri H. Usman. S), Fanny Alfina dan Raf Mustika sebagai pihak tergugat melalui tim Kuasa Hukum mereka masing-masing.

Eko Wahono, SH., kuasa hukum penggugat mengatakan, selain kasus perdata, pihaknya juga telah melaporkan kasus ini ke “penegak hukum” terkait dugaan kasus pemalsuan surat tanah seluas 2,5 hektar di Desa Malang Rapat, Kabupaten Bintan – Provinsi Kepri.

“Dari hasil penyidikan pihak berwajib, akhirnya dilakukan penetapan tersangka terhadap empat orang tersebut termasuk Danoer Yoesoef. Sudah diberitahukan oleh Penyidik kepada kami selaku kuasa hukum pelapor sejak 7 Mei 2018 lalu,” kata Eko, didampingi rekannya sesama pengacara, Agus Riawantoro SH.

Eko sapaan akrab pengacara ini berharap, agar proses hukum dugaan kasus pemalsuan tanah tersebut juga segera dituntaskan oleh pihak kepolisian secapantya melalui proses persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

“Pasalnya laporan tersebut sudah kita buat sejak Mei 2016 lalu, namun penetapan tersangka ke empat orang itu baru diberitahukan penyidik Polda Kepri pada Mei 2018. Berkas perkaranya juga sudah masuk ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kepri, namun hingga saat ini masih belum ada kejelasan tindak lanjutnya,” ujar Eko.

Lanjutnya, pada tanggal 1 Maret 2004, akte jual beli dibuat antara Bahrum dan Danoer Yoesuf, Feny Alfina anak dari Danoer Yoesuf antara Usman dan Feny 31 Juli 2008, No. 282 disaksikan oleh PPAT Suryanto Wahyono.

“Tanahnya sudah di jual dan ngaku sudah beli dari Bahrum dan Usman, namun Bahrum dan Usman sampai saat ini tidak mengaku mereka pernah menjual dan menandatangani surat jual beli tersebut,” ujarnya.

Dia mengatakan selain laporan pidana tentang dugaan pemalsuan, kasus Perdatanya sudah disidangkan ke Pengadilan Negri Tanjungpinang atas nomor pendaftaran 52/G/PGT/08/2016.

“Saat persidangan pertama proses mediasi oleh hakim Usman mengaku tidak mengenal Danoer. Jika dilihat dari surat menyurat sampai jual beli pastinya keduanya saling kenal, tapi ini tidak, malah diam-diam tak kenal,” ungkapnya.

Agus Riawantoro SH ; “dalam persidangan, H Bahrum membantah memiliki tanah diatas SKT milik Salenah.”

”Jangankan sertifikat, alas hak saja, H Bahrum tidak punya. Dia juga tidak pernah menjumpai notaris di Kijang untuk jual beli tanah itu.” katanya.

Sumber : radar kepri & istimewa
Foto. : istimewa
Editor : Edy

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed