oleh

Hero Supermarket Tutup 26 Toko dan PHK 532 Karyawan

Sumber berita: https://m.viva.co.id/amp/berita/bisnis (Senin, 14 Januari 2019)

PT Hero Supermarket Tbk. mengumumkan penutupan 26 tokonya di seluruh Indonesia. Perusahaan tersebut juga melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 532 karyawannya. Kebijakan efisiensi itu semata dilakukan untuk mendukung keberlanjutan bisnis dengan memaksimalkan produktivitas kerja.

Corporate Affairs GM PT Hero Supermarket Tbk., Tony Mampuk menjelaskan, dari 532 karyawan yang terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut, sebanyak 92 persennya telah mengerti dan memahami kebijakan efisiensi itu dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja.

“26 Toko telah ditutup dan dari 532 karyawan yang terdampak dari kebijakan efisiensi tersebut, 92 persen karyawan telah menerima dan menyepakati untuk mengakhiri hubungan kerja, serta telah mendapatkan hak sesuai dengan Undang-Undang Kementerian Tenaga Kerja RI No. 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan,” demikian penjelasan Tonu Mampuk seperti dikutip dari keterangan persnya, Minggu 13 Januari 2019.

Menurut dia, efisiensi itu dilakukan lantaran sampai dengan kuartal III-2018, PT Hero Supermarket mengalami penurunan total penjualan sebanyak satu persen, senilai Rp9.849 milliar, dibanding perolehan pada 2017 yang mencapai Rp9.961 Milliar.
“Penurunan tersebut disebabkan oleh penjualan pada bisnis makanan yang lebih rendah dibanding tahun sebelumnya,” papar dia.

Meski begitu, lanjut Tony, bisnis non makanan tetap menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat. Atas hal tersebut perusahaan meyakini bahwa keputusan akan langkah efisiensi tersebut adalah hal yang paling baik dalam menjaga laju bisnis yang berkelanjutan.

“Perusahaan saat ini sedang menghadapi tantangan bisnis khususnya dalam bisnis makanan, oleh karena itu kami mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga keberlangsungan usaha di masa yang akan datang,” ujarnya menjelaskan.

Hingga 30 September 2018, Tony menyebutkan, PT Hero Supermarket mengoperasikan 448 toko, terdiri dari 59 Giant Ekstra, 96 Giant Ekspres, 31 Hero Supermarket, 3 Giant Mart, 258 Guardian Health & Beauty, dan satu toko IKEA.

“Penjualan bisnis makanan turun enam persen mengakibatkan kerugian operasi sebesar Rp163 miliar, memburuk dibanding Rp79 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya dan semua karyawan sebanyak 532 adalah karyawan Food Business,” kata dia.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed