oleh

Kapolda dan Ketua DPRD Kepri Bahas Kinerja dan Sejumlah Kasus

Kepri, MediaLintasNusa.com – Kapolda Kepri, Irjen Didid Widjanardi didampingi Wakapolda Kepri Brigjen Yan Fitri Halimansyah dan pejabat utama Polda Kepri menerima kunjungan kerja dan silaturahmi Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak dan Ketua Komisi I beserta anggota di restoran Seafood Rezeki, Nongsa, Batam, Senin (7/5/2018) lalu.

Sejumlah agenda dibahas dalam pertemuan yang cukup santai dan akrab tersebut, diantaranya tentang persiapan pengamanan Pilkada Tanjungpinang, keberhasilan kinerja Polda Kepri dalam pengungkapan kasus narkoba, illegal fishing dan kejahatan lainnya, beberapa hari yang lalu keberhasilan SPN Tanjungbatu, termasuk beberapa kasus pembunuhan wanita muda yang belum terungkap oleh Polresta Barelang juga ikut dibahas.

Kapolda Kepri Irjen Didid Widjnardi melalui Kepala Bidang Humas Polda Kepri Kombes S. Erlangga mengatakan dalam kesempatan kunjungan kerja dan diskusi tersebut Kapolda Kepri Irjen Didid Widjanardi menyampaikan ucapan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh DPRD Provinsi Kepri kepada Polda Kepri.

“DPRD Kepri merupakan satu-satunya birokrasi badan legistasif yang pertama kali mengundang Polda Kepri untuk acara ramah tamah dan membahas tentang kesiapan Polda Kepri dalam Pilkada di Tanjungpinang sehingga Bapak Kapolda merasa sangat tersanjung,” kata Kombes S. Erlangga dalam rilisnya yang diterima media ini.

Menurut S. Erlangga, atas apresiasi yang diberikan Ketua DPRD Kepri, Kapolda Kepri menjelaskan bahwa semua pencapaian yang didapat oleh Polda Kepri merupakan kerja keras para pejabat utama polda dan anggota jajaran Polda Kepri serta kerja sama dengan instansi terkait yang bergerak dibidang keamanan.

Karena menurutnya, provinsi Kepulauan Riau merupakan daerah yang rentan dengan peredaran Narkoba dan Tindak Pidana Kelautan dan Perikanan. Untuk itu diharapkan kerja sama antara instansi terkait, termasuk DPRD agar dapat terus mengontrol kinerja Polda Kepri dan jajarannya.

Di sela kegiatan diskusi dan ramah tamah tersebut disampaikan juga tentang rencana peningkatan tipelogi Polres TanjungPinang dan pencapaian Sekolah Kepolisian Negara (SPN) Tanjung Batu Polda Kepri bahwa dalam jangka dua tahun ini sudah melantik dua kali angkatan Bintara Polri yang asli putra daerah Provinsi Kepri. Hal ini, kata S. Erlangga akan terus ditingkatkan untuk tahun-tahun berikutnya.

“Kembali membahas kesiapan Pilkada Tanjungpinang, bahwa Polda Kepri sudah melakukan kesiapan Personel Pengamanan, sarana prasarana serta kesiapan anggaran yang akan menunjang kegiatan pengamanan Pilkada baik itu dari Polres Tanjungpinang maupun dari kesatuan lainnya untuk menjaga Kondusifitas masyarakat Provinsi Kepri khususnya Kota Tanjungpinang,” bebernya.

Dijelaskannya, adapun penyampaian dan penekanan Ketua DPRD Provinsi Kepri Jumaga Nadeak dan rombongan adalah terkait peningkatan tipelogi Polres Tanjungpinang perlu dilakukan langkah kedepannya untuk mengantisipasi kasus-kasus besar kedepan yang bisa saja terjadi di Kota Tanjungpinang.

Ketua DPRD Kepri mendukung langkah Polda dalam rancangan Peningkatan Tipelogi Polres Tanjung Pinang.

Ketua DPRD Kepri juga memberikan apresiasi atas Keberhasilan Polda Kepri dalam pengungkapan kasus penyelundupan sabu seberat 1,6 ton yang ditangkap di wilayah perairan Provinsi Kepri, belum lama ini.

Selanjutnya DPRD Kepri, pada kesempatan itu juga memperoleh informasi bahwa ada kasus terkait tenaga pengajar di sebuah sekolah merupakan warga negara asing dan hal ini sudah berlangsung bertahun-tahun dan pembayaran gajinya menggunakan mata uang asing (dolar singapura). Dimohon kepada Kapolda Kepri untuk menindak lanjuti temuan tersebut.

“Termasuk berkaitan dengan kasus pembunuhan wanita di Batam beberapa tahun belakangan yang sampai saat ini kasusnya masih tertunda di Polresta Barelang,” jelasnya.

Menanggapi penyampaian Ketua DPRD Provinsi Kepri dan rombongan Kapolda Kepri, S. Erlangga menjelaskan bahwa terkait peningkatan Tipelogi Polres Tanjungpinang, Polda Kepri akan terus berupaya untuk secepatnya dan terkait kasus tenaga kerja pengajar, tim dari Ditreskrimsus akan bergerak cepat menyelidiki sekolah tersebut.

Sedangkan kasus pembunuhan wanita yang terjadi di Batam, Kapolda Kepri menyampaikan penyebab tertundanya kasus tersebut karena masih kekurangan barang bukti (BB) dan minim informasi dari saksi-saksi, akan tetapi kasus pembunuhan tersebut terus bergulir untuk menemukan pelakuknya,” pungkasnya.

**red/erw

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed